Lembaga Pendidikan & Pelatihan Pasar Modal

Trading Fokus atau Supermarket?

Anda sering terobsesi dengan Trading Fokus? Yang dimaksud dengan trading fokus adalah, anda cukup memfokuskan pada beberapa saham saja, Misalkan ketika anda membeli Sektor Konstruksi anda cukup membeli saham WIKA saja, padahal dalam sektor tersebut mencakup saham ADHI WIKA, WSKT, TOTL, SSIA, WTON, dan beberapa saham konstruksi kecil. Pada awal-awal penulis “belajar main saham” beberapa buku dan praktisi saham menyarankan untuk melakukan trading fokus.
Sedangkan yang dimaksud dengan gaya supermarket, adalah anda memborong hampir semua saham konstruksi ketika harganya cenderung bullish, anda memborong saham ADHI, WIKA, WSKT, dan WTON, semua sekaligus ketika harganya cenderung bullish, mana yang lebih baik?

Trading Fokus pada hakekatnya, lebih memerlukan modal kecil, dibandingkan dengan trading gaya supermarket, dan juga anda tidak terlalu bingung melihat saham saham yang lain, anda cuma “cenderung” melihat saham WIKA saja, ketika harganya terjadi sedikit koreksi, anda boleh melakukan average down, sampai batas tertentu, sesuai dengan batas toleransi anda, dan begitu mencapai target, anda “tinggal” merealisaiskan keuntungan.

Trading gaya supermarket, pada hakekatnya memerlukan modal lebih besar daripada gaya trading fokus, karena anda harus membeli beberapa saham, tidak hanya satu, dua, bahkan mungkin lebih dari sepuluh saham, dan anda dipastikan bingung memonitor saham anda, anda bisa terlambat melakukan take profit, karena pada saat tersebut memperhatikan saham lain yang anda koleksi bergerak naik.

Tetapi akhir akhir ini penulis sadari,  ternyata banyak juga kelebihan dari gaya supermarket, resiko lebih terkendali, karena anda tidak terlalu bergantung kepada satu saham, karena di saat satu saham jeblok atau bergerak turun, masih ada saham yang bergerak naik, karena jika anda CL dari saham WIKA (misalkan harganya telah melewati level Cut LOss) anda masih bisa untung dari saham ADHI, dan  heiiiiii……ternyata tidak juga memerlukan modal besar, karena sekarang Bursa saham, membolehkan kita membeli dalam hitungan 100 lembar (dahulu 500 lembar), ketika harga pada metoda investasi saham Fokus misalkan WIKA diam, kita masih bisa tersenyum lebar karena saham yang lain, misal ADHI dan WSKT bergerak naik, tapi yah…memang cukup menguras konsentrasi otak juga, penulis akui, tetapi kita lama kelamaan akan terbiasa, juga kita bisa menyiasatinya dengan melakukan order jual atau beli di target-target support dan resist, selama ini Penulis cenderung cocok dengan gaya trading supermarket, bagaimana dengan anda?

Salam cuan, Keneisha
Label:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget